Makanan instan erat sekali kaitannya dengan mie instan. Namun saat ini tidak terbatas hanya mie instan, ada bakso instan, lauk seperti daging dan sosis, bahkan satu set makanan lengkap dengan nasi dan lauknya. Yang membuat makanan instan ini jadi andalan di berbagai situasi adalah daya simpannya yang lama dan pengolahannya yang mudah.

Salah satu makanan instan yang mudah ditemui adalah makanan dalam kaleng, yang biasanya berisi daging, ikan, dan buah-buahan. Namun apakah kalian sudah tahu bahwa teknologi yang membuat semuanya mungkin ini bernama teknologi retort? Lalu bagaimana prosesnya sehingga membuat makanan jadi lebih awet?

Proses retort untuk mengawetkan makanan

Sterilisasi dengan teknologi retort dilakukan dengan memanaskan produk kemasan dalam bejana tahan panas dengan suhu dan tekanan tinggi selama kurang lebih 30 menit. Proses ini dapat membuat bakteri yang mempercepat pembusukan makanan menjadi mati, sehingga makanan dalam kaleng pun dapat bertahan hingga dua tahun tanpa perlu masuk lemari pendingin.

Sebelum makanan dimasukkan ke dalam mesin retort, terlebih dahulu makanan dimasak kemudian dimasukkan ke dalam wadah khusus retort yang kedap udara. Setelah itu, kemasan dimasukkan ke dalam mesin yang telah diatur suhu, tekanan, dan waktunya sesuai dengan jenis makanan. Biasanya untuk tipe daging akan lebih lama beberapa menit dari sayuran.

Setelah proses retort selesai, makanan memasuki cooling down process untuk selanjutnya dikarantina selama 14 hari. Proses karantina ini untuk memastikan tidak ada kemasan yang bocor dan proses sterilisasi dikatakan berhasil. Setelah itu, uji laboratorium dilakukan untuk menilai kelayakan makanan untuk dikonsumsi. Nah, setelahnya baru makanan siap untuk didistribusikan.

Apakah makanannya aman dikonsumsi?

100% aman!

Untuk memasukkan makanan ke dalam mesin retort pun perlu kemasan khusus, yang dapat menjamin makanan tidak akan rusak dan nutrisinya tetap terjaga meskipun telah melewati suhu dan tekanan yang tinggi. Kemasan kedap udara pun dipilih seperti kaleng, gelas kaca khusus, dan botol kaca/botol plastik khusus.

Saat ini kemasan retort pouch banyak dipilih karena lebih efisien, seperti yang EatNow gunakan. Kemasan pouch ini dibuat dengan empat lapisan utama, yaitu poliester yang terletak di bagian luar, selanjutnya ada lapisan nilon, lapisan aluminium foil, dan lapisan polipropilen yang terletak di bagian dalam yang kontak dengan produk pangan.

Beberapa merk mie instan sudah menerapkan proses retort untuk pengemasan topping dagingnya. Selain itu, sebuah industri tempe di Yogyakarta sudah memanfaatkan retort untuk menjaga tempenya agar lebih awet hingga 6 bulan.

Beberapa penyedia makanan retort yang telah ada pada umumnya menghadirkan satu jenis makanan yang mana sangat terbatas. EatNow menjadi inovasi dari MyMeal Catering yang berhasil menyajikan menu yang beragam mulai dari menu khas Nusantara, Oriental, dan Western sehingga memudahkan kamu yang ingin makan-makanan khas daerah tertentu kapan pun dan dimana pun.